Cabang-cabang Ilmu Biologi dan Kajiannya - Biologi atau ilmu
hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah
"biologi" dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan
dari gabungan kata bahasa Yunani, yaitu bios (hidup) dan logos (lambang
tau ilmu). Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup
semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya.
Tulisan
ini akan mengulas mengenai cabang-cabang ilmu Biologi beserta cakupan
dan kajian dari masing-masing ilmu tersebut. Berikut adalah pemaparan
yang bisa disimak secara lengkap:
Cabang dari biologi berjumlah
ratusan, yang berkembang pesat terutama sejak abad ke-20. Biologi
sendiri semula merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam (natural
sciences) yang dipelajari oleh para naturalis (ahli ilmu-ilmu alamiah).
Biologi sebagai ilmu yang mandiri, dalam arti memiliki perangkat
analisis dan konsep-konsep ilmiah yang kokoh, baru terbentuk pada abad
ke-18, setelah penemuan mikroskop dan tumbangnya dogma generatio
spontanea oleh konsep omne vivum ex vivo. Konsep evolusi, pewarisan
sifat (hereditas), dan penemuan DNA sebagai bahan genetik memacu
perkembangan biologi secara pesat dan menghasilkan cabang-cabang yang
dikenal sekarang ini.
Pembagian biologi di bawah ini tidak
bersifat mutlak karena beberapa cabang yang sekarang dianggap mandiri
masih memiliki keterkaitan dengan bidang induknya, misalnya genetika
dengan fisiologi, biologi molekular dengan genetika, dan sebagainya.
Selain itu, karena dinamisnya perkembangan ilmu-ilmu ini, seringkali
ilmu-ilmu ini saling bertemu dan menghasilkan kajian antardisiplin yang
sukar dipisahkan.
Cabang-Cabang Ilmu Biologi
Biologi
merupakan pohon ilmu yang sangat besar. Karena luasnya bahan kajian
biologi, biologi dibagi lagi menjadi cabang-cabang ilmu. Beberapa
cabang-cabang ilmu biologi antara lain :
1. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
2. Botani, Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
3. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
4. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
5. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
6. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organism
7. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
8. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
9. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang.
10. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
11. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
12. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbale balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
13. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
14. Ikhtiologi, Ilmu yang mempelajari tentang ikan
15. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
16. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
17. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
18. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
19. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
20. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
21. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
22. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
23. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
24. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
25. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
26. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
27. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ
28. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organism
29. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
30. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
Kajiannya Cabang-Cabang Biologi
1. Zoologi
Zoologi
adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku,
serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi perbandingan,
psikologi hewan, biologi molekular, etologi, ekologi perilaku, biologi
evolusioner, taksonomi, dan paleontologi. Kajian ilmiah zoologi dimulai
sejak sekitar abad ke-16.
2. Botani
Botani merupakan
salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam
mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian,
dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari
pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan
komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Orang yang
menekuni bidang botani disebut sebagai botanis.
3. Fisiologi
Fisiologi
adalah salah satu dari cabang-cabang biologi yang mempelajari bagaimana
kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi. Istilah ini dibentuk dari
kata Yunani Kuno yaitu physis atau hakikat, dan logia, yaitu kajian.
Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari
biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara
keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung
kehidupan.
Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia,
fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan, meskipun prinsip fisiologi
bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang
dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel
khamir dapat pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia.
Fisiologi
hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam
pembelajaran fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan
selain manusia. Fisiologi tumbuhan banyak menggunakan teknik dari kedua
bidang ini.
Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua
makhluk hidup. Banyaknya subjek menyebabkan penelitian di bidang
fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman bagaimana ciri
fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.
Ilmu-ilmu
lain telah berkembang dari fisiologi mengingat ilmu ini sudah cukup tua.
Beberapa turunan yang penting adalah biokimia, biofisika, biomekanika,
genetika sel, farmakologi, dan ekofisiologi. Perkembangan biologi
molekuler memengaruhi arah kajian fisiologi.
4. Anatomi
Anatomi
berasal dari bahasa Yunani yaitu anatomia yang berarti memotong adalah
cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari
makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi
tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi
perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.
5. Genetika
Genetika
berasal dari bahasa Belanda yaitu genetica, dan diadaptasi dari bahasa
Inggris yaitu genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani yaitu, genno,
yang berarti melahirkan adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan
sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion).
Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang
gen dan segala aspeknya. Istilah "genetika" diperkenalkan oleh William
Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia
menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada
tahun 1906.
6. Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah sebuah
cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek
kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat
dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa,
dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak
sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.
7. Bakteriologi
Bakteriologi
merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri.
Bakteriologi dapat dikatakan juga sebagai biologi bakteri. Di dalamnya
dipelajari struktur anatomi sel bakteri, klasifikasi, cara kerja sel
bakteri, interaksi antarsel bakteri, dan juga tanggapan bakteri terhadap
perubahan pada lingkungan hidupnya. Bakteriologi merupakan satu bagian
penting dalam mikrobiologi.
8. Evolusi
Evolusi dalam
kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu
populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama:
variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi
ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk
hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi.
Ketika
organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang
baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi
ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang
bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan
oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara
organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini
menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
9. Rekayasa Genetika
Rekayasa
genetika (Ing. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah
penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini
kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi
dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target
dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang
lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan
teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam
kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada
kemanfaatan tertentu.
10. Taksonomi
Kata taksonomi
diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan
nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai
pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di
mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang
lebih rendah bersifat lebih spesifik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar